top of page

“PENYELAMATAN JIWA ADALAH MISI UTAMA GEREJA…”, UNGKAP KETUA DMPB DALAM SEMINAR DANIEL DAN WAHYU



DMPB-Sorong.sdaeiuc.org | “Penyelamatan Jiwa adalah Misi Utama Gereja…”, sepenggal kalimat yang disampaikan Pdt. Thedd J. Windewani selaku Ketua Daerah Misi Papua Barat (DMPB) dalam Seminar Daniel dan Wahyu bertemakan “Wahyu Pengharapan” yang dilaksanakan pada 23 – 29 Oktober 2022 bertempat di GMAHK Jemaat Pioneer Remu, Kota Sorong.


Dengan mengundangan Officers DMPB (Pdt. Thedd J. Windewani selaku Ketua, Pdt. Toni Mayai selaku Sekretaris Eksekutif, dan Bpk. Maikel Makarewa selaku Bendahara), dan melibatkan 6 Jemaat di Wilayah Kota Sorong yakni (Jemaat Mizpa, Jemaat Yordan, Jemaat Remu, Jemaat Tampa Garam, Jemaat Klabala, dan Jemaat Malanu), serta 12 Jemaat yang ada di Wilayah Kota - Kabupaten Sorong, dan para tamu/simpatisan yang mencapai 100 peserta, kegiatan ini sukses dilaksanakan sehingga 9 jiwa dapat dimenangkan dan menerima Yesus sebagai Juruselamat Pribadi.


Diantara 9 Jiwa yang dibaptis, ada seorang bapak yang merupakan penghuni Lapas Kota Sorong. Dimana beliau diijinkan untuk mengikuti prosesi baptisan atas hasil koordinasi dari hamba-hamba Tuhan serta umat-umat Tuhan dengan petugas Lapas, yang mana prosesi baptisan adalah sebagai bentuk pengakuan iman untuk mengikuti Yesus.


Dengan pengawalan langsung oleh petugas Lapas, akhirnya bapak tersebut boleh mengikuti prosesi baptisan dan menyusul istrinya yang sebelumnya sudah lebih dulu menerima Yesus sebagai Juruselamat melalui prosesi baptisan dibeberapa bulan yang lalu.


Disore harinya kegiatan berlanjut dengan prosesi pernikahan dari bapak tersebut dan setelah itu beliau kembali ke Lapas untuk menjalani sisa masa tahanannya dengan penuh optimisme yang baru dan motivasi iman yang sungguh-sungguh berharap kepada Yesus.


Oleh sebab itu sebagai pembicara tunggal Pdt. Thedd J. Windewani, M.Min mengungkapkan bahwa “Penyelamatan jiwa adalah misi utama gereja, dan untuk mencapai misi utama gereja inilah maka gereja mengadakan kegiatan Seminar Daniel dan Wahyu, dimana benih firman Tuhan yang ditaburkan tidak pernah pulang dengan sia-sia. Untuk itu, penyelamatan jiwa adalah misi utama gereja”.




Sc: Daniel Talahaturuson

38 tampilan0 komentar

コメント


bottom of page