top of page

BERKAT DIAWAL TAHUN, KETUA GMAHK UKIKT PDT. SAMUEL BINDOSANO BERSABAT BERSAMA UMAT DI JEMAAT TINCEP

DKM. Sdaeiuc.org | Sabtu 07/01/23 Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur (UKIKT) Pdt. Samuel Yotam Bindosano menjadi saluran berkat mengawali pelayanan di tahun 2023 dalam kebaktian hari Sabat di Jemaat Tincep yang terletak di Desa Tincep, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa.



Dalam pelayanan kali ini beliau didamping Pdt. Alvianus Saleppang selaku Wakil Direktur Komunikasi GMAHK UKIKT beserta beberapa rekan kerja di kantor pusat GMAHK UKIKT.


Adapun dalam Pelayanan Perorangan yang dibawakan Saleppang mengatakan dalam pengalaman bangsa Israel memasuki tanah Kanaan dalam setiap peperangan yang dihadapi, Tuhan senantiasa hadir, bahkan Tuhan sendiri yang berperang melawan setiap musuh yang dihadapi, “Raksasa sebesar apapun itu apabila kita mengandalkan Tuhan, percaya kepada Tuhan, berserah hanya kepada Tuhan, pasti akan kita taklukkan! Sebesar apapun tantangan, permasalahan yang kita hadapi apabila kita percaya dan bergantung kepada Tuhan pasti kita akan dimampukan untuk menghadapinya,” ujarnya.


Memasuki khotbah Bindosano mengatakan, “Ada waktu dimana kita merasa dunia ini gelap oleh karena tekanan kehidupan yang berat, ada waktu dimana kita mencucurkan airmata oleh karena orang yang terkasih beristirahat, kisah pilu, senang maupun duka di tahun 2022, namun yang harus kita tahu bahwa Allah senantiasa berada dalam setiap sesi kehidupan kita, menopang kita baik dalam keadaan senang maupun duka,” lanjutnya beliau memberikan gambaran kisah kehidupan seorang tokoh Alkitab yaitu Nabi Habakuk yang dalam kitabnya “Habakuk” bercerita tentang Nabi Habakuk yang dibagi dalam tiga bagian, 1). Berisi keluhan dari Habakuk yang adalah seorang nabi Tuhan, 2). Jawaban Tuhan, dan 3). Tuhan memberikan jaminan.


Adapun ayat tema yang dipilih terdapat dalam Habakuk 2:20 “Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!,” lanjutnya ia mengutip Habakuk 2: 4 “Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya,” ungkap Bindosano mengangkat kisah Nabi Habakuk yang hidup oleh iman.


Selanjutnya ia menjelaskan 4 aspek yang dimiliki orang benar yang hidup oleh iman yakni, 1). Intergritas, 2). Pengalaman berkat, 3). Memiliki kelimpahan (sukacita, iman, persaudaraan, hubungan yang baik dsb) 4). Keamaan hidup. (**red/tim/eiuc).

34 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page