top of page

DI INDONESIA, GEREJA ADVENT MENGADAKAN PELATIHAN MEDIA BAGI ANGGOTANYA



UKIKT.sdaeiuc.org | Kita dulu hidup di dunia dimana penginjilan publik dan proyektor besar digunakan untuk membagikan pesan harapan Tuhan kepada dunia. Namun, dengan munculnya penginjilan digital, teknologi telah menyediakan berbagai cara untuk mendukung Injil dan menerimanya dengan berbagai cara.


Anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia Timur menyadari peluang besar ini dalam memanfaatkan media untuk misi, sehingga Departemen Komunikasi UKIKT mengadakan Pelatihan Komunikasi yang dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda, pada tanggal 29 – 30 September 2022 bertempat di Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh Jemaat Remu, Sorong, Papua Barat dan pada 3 – 4 Oktober 2022 di kantor Pusat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur. Didorong oleh tema “Scale Up,” anggota gereja bertujuan untuk belajar, memahami dan mengembangkan keterampilan mereka untuk membuat konten untuk berbagai media yang tersedia baik online maupun cetak.


“Kita perlu melibatkan anggota gereja kita dalam upaya ini karena dengan komitmen dan dedikasi, saya percaya bahwa Tuhan akan memberdayakan kita masing-masing untuk dimanfaatkan dalam bidang pekerjaan ini,” ungkap Pdt. Harry Waworuntu selaku Direktur Komunikasi GMAHK UKIKT. “Belajar adalah sebuah proses. Mungkin sulit pada awalnya, tetapi dengan pembelajaran dan pelatihan yang berkelanjutan, gereja kita di Indonesia Timur dapat belajar dan bekerja sama untuk tujuan ini,” tambah Waworuntu.

i Sorong, lebih dari lima puluh peserta dari wilayah Papua Barat, Papua, dan Maluku menghadiri pertemuan tersebut untuk menyatakan dukungan dan minat mereka dalam memperlengkapi diri untuk menjadi bagian dari gerakan media ini. Sementara itu, sekitar 170 peserta dari daerah Sulawesi, Minahasa, Nusa Utara, dan Manado memeriahkan pertemuan di KM BAHARI kantor Pusat UKIKT. Terlepas dari tantangan transisi ke teknologi baru dan kemajuan praktik media yang berbeda, anggota gereja lokal mendedikasikan waktu mereka untuk membenamkan diri dalam memahami praktik media lain untuk membantu memperkuat misi.


“Saya percaya bahwa pelayanan media bukan hanya untuk mereka yang memiliki kecenderungan pada teknologi digital. Saya percaya kedatangan kita ke sini memiliki tujuan untuk memanfaatkan setiap sarana teknologi yang kita miliki untuk menyebarkan Injil di zaman baru ini,” ungkap Wendsney Arviany Sadi, anggota gereja lokal dari Manokwari, Papua.


Perwakilan wilayah Asia-Pasifik Selatan bergabung dalam pertemuan untuk berbagi pemikiran berharga tentang memasukkan anggota gereja lokal ke dalam gerakan media yang luas ini. Pastor Mamerto Guingguing selaku Direktur Komunikasi di Divisi Asia Pasifik Selatan, bersama dengan Anthony Stanyer, Jessica Vicente, dan Edward Rodriguez, mewakili Departemen Komunikasi dari kantor divisi, membahas teknik dan praktik penulisan berita, identitas Advent, dan strategi branding.


“Pola pikir kita saat menulis cerita adalah bahwa kita menginformasikan secara lokal dan menginspirasi secara global,” ungkap Pastor Mamerto Guingguing. "Tujuan kita adalah untuk menginformasikan komunitas kita tentang keberadaan kita, untuk menginspirasi gereja dunia tentang misi Tuhan yang terjadi di wilayah kita, dan menjangkau semua orang di seluruh dunia melalui cerita yang kita bagikan di berbagai media," tambah Guingguing.


Dalam presentasinya, Edward Rodriguez penulis untuk Gereja Advent di kawasan Asia Pasifik Selatan, membahas teladan Yesus dan efektivitas penceritaan-Nya dalam pelayanan-Nya. “Yesus membagikan Injil pengharapan melalui perumpamaan. Kisah-kisah ini menghubungkan dan mengirim pesan ke orang yang berbeda yang mendengarkannya,” kutip Rodriguez. “Cerita Yesus efektif, dan kita bisa mengikuti contoh itu,” tambahnya.


Gereja telah memperkuat platform digitalnya dalam beberapa tahun terakhir. Bersamaan dengan itu adalah penguatan identitas Advent kita melalui penggunaan yang konsisten dan akurat dari aset visual yang dihasilkan untuk gereja.


Jessica Vicente, perwakilan Komunikasi dari divisi, menegaskan kembali kekuatan dan nilai menjaga identitas gereja. Dia mendorong peserta bahwa tetap setia pada merek kita dan memberi kita satu suara. “Memungkinkan kita untuk membuat tautan bagi dunia ke gereja kita dan membantu orang untuk memahami Alkitab untuk menemukan kebebasan, penyembuhan, dan harapan di dalam Yesus” ungkap Vicente.


Dengan perendaman gereja secara bertahap dalam penginjilan digital, Anthony Stanyer menjelaskan bahwa masih banyak yang harus ditemukan dan bahwa apa yang telah kita manfaatkan hanyalah permukaan. “Kita perlu membedakan merek, tujuan, dan pesan kita,” kata Stanyer, Spesialis Pelayanan Digital untuk Gereja Advent di kawasan Asia Pasifik Selatan.“Cinta adalah merek kita, Yesus adalah identitas kita, dan Advent adalah logo kita,” tambah Stanyer.


Tahun depan, para pemimpin Departemen Komunikasi Advent berencana untuk memperkaya dan mengembangkan pelatihan empat hari yang komprehensif bagi para pemimpin komunikasi dan praktisi media di Indonesia melalui kemitraan kantor regional Barat dan Timur.





Sc:

https://adventist.asia/news/in-indonesia-adventist-church-holds-media-training-for-its-members/

46 tampilan0 komentar

תגובות


bottom of page