top of page

“Hidop Cuma Deng Iman” SLA Tompaso

DKM.Tompaso. sdaeiuc.org | Tidak sedikit berkat yang diterima oleh seluruh Civitas Academika Sekolah Lanjutan Advent Tompaso pada Tanggal 10 - 15 Oktober. Mengapa tidak? Pada tanggal tersebut diadakan pahelatan Week of Prayer yang dikenal dengan Minggu Sembayang atau Pekan Doa. Tidak tanggung-tanggung yang menjadi Pembicara pada pekan doa tersebut adalah Pendeta Ronald Rantung, M.Min selaku Sekretaris Eksekutif GMAHK Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur dengan tema “Hidop Cuma Deng Iman”.



Seperti diungkapkan oleh Pembicara sendiri di awal kegiatan bahwa ada begitu banyak kesibukkan dalam pelayanan yang luas di Pulau Sulawesi sampai Papua namun beliau tetap memrioritaskan untuk menjadi saluran berkat di almamaternya yang tercinta. Memang Pendeta Ronald Rantung sendiri merupakan alumnus SLA Kawangkoan sebelum berganti nama menjadi SLA Tompaso angkatan tahun 1990.


Walaupun sempat ditunda untuk berbicara pada Senin 10 Oktober malam yang seharusnya dijadwalkan pagi karena beliau pada Senin pagi masih berada di Luwuk Banggai, namun dalam penekanannya kalah itu “semua hanya karena Tuhan saja oleh sebab itu torang musti hidop cuma deng iman (hidup hanya dengan iman)”.


Setiap pagi selama sepekan tanah hati setiap pendengar disirami dengan kebenaran Firman Tuhan. Sebut saja salah satu ayat emas dalam Filipi 4:13 yang berbunyi “Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”. Ditegaskannya kalah itu bahwa apapun saja yang menjadi pergumulan, baik siswa maupun guru, sebesar apapun tantangan namun di dalam Tuhan segala perkara dapat diatasi.


Pada hari berikutnya kembali ditekankan bagaimana tentang kerajinan dimana semua orang haruslah dilatih dan terpanggil untuk bekerja, jangan malas! Sambil menceritakan bagaimana Junius yang merupakan anggota keluarga Pendeta Ronald Rantung sendiri yang sangat rajin dimana ketika disuruh ke pasar dia sangat senang sambil lompat-lompat, namun beberapa waktu kemudian kembali dan bertanya “Apa kote tu mo bli? (Apa yang akan dibeli?)” sambil diikuti oleh riuh tawa sekitar 600 orang siswa ditambah guru-guru yang hadir di gedung chapel SLA Tompaso.


Seru, kocak namun sarat makna itulah kira-kira kata-kata yang dapat mewakili pembicara yang begitu bersemangat, berkharisma namun sangat menyatu dengan anak-anak muda ketika berbicara. Wejangan Firman Tuhan seolah-olah menjadi “amunisi baru” sebelum mengakhiri semester ganjil di Tahun Pelajaran 2022/2023.


Di akhir acara rohani ini diadakan perjamuan kudus yang melibatkan semua warga kampus SLA Tompaso sehingga menambah berkat rohani bagi setiap orang yang mengikutinya. Lengkap sudah pelayanan yang diadakan dengan enam jiwa yang dibaptiskan pada akhir kegiatan. Sambil berdoa semoga akan lebih banyak berkat rohani yang akan diterima pada acara serupa di waktu-waktu mendatang.


Hal ini pastilah akan sering terulang mengingat bahwa SLA Tompaso tetap memrogramkan kegiatan pekan doa setiap semester sehingga dalam setahun ada dua pekan doa yang serupa bahkan adakalanya lebih jika ada permintaan baik dari sesama pelayan Tuhan atau dari Alumnus. (**red/tim/eiuc/slansa) Sumber : Froland Pangajow Foto : Tommy Liogu

32 tampilan0 komentar
bottom of page