top of page

Kasih Allah dinyatakan di Desa Kasiala pedalaman suku Wana

DMST. Kasiala. sdaeiuc.org | Kasih Allah nyata bagi masyarakat Desa Kasiala, melalui Kebaktian Kebangunan Rohani(KKR) yang digelar sejak tanggal 30 Oktober hingga 5 November 2022.



Desa Kasiala berada di Kabupaten Tojo Una-Una dengan ibu kota Kabupaten Ampana. Dari kota Ampana menuju Desa Kasiala membutuhkan waktu kurang lebih empat jam dan bisa ditempuh terlebih dahulu menggunakan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat hingga sampai di desa Paranonge dan perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan transportasi perahu katinting hingga akhirnya tiba di Desa Kasiala.


Medan yang cukup menantang memberikan kesan tersendiri dalam perjalanan menuju Desa Kasiala. Mulai dari akses jalan yang rusak hingga harus melewati aliran sungai yang cukup besar menggunakan kendaraan roda empat dan melawan derasnya arus Sungai Bongka menggunakan Perahu Katinting “Perjalanan yang menantang! Namun selama perjalanan kami sangat menikmatinya karena bisa menyaksikan alam ciptaan Tuhan yang begitu indah” ungkap Pdt. Pelnis Tatuhas, M. Th selaku Direktur Komunikasi Daerah Misi Sulawesi Tengah yang datang bersama istri serta anak-anak.


Selama enam malam seri pembahasan KKR dikumandangkan di Desa Kasiala dibawakan oleh Pdt. Harry Waworuntu, M. Min selaku Direktur Komunikasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh(GMAHK) Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur(UKIKT) dan Ev. Irwanto Muloke, SE selaku Direktur Penerbitan GMAHK Daerah Misi Sulawesi Tengah(DMST), Novita Singkang, Amd.Keb membawakan seminar kesehatan dan Stevie Muloke Umbas, S.Pd membawakan seminar rumah tangga serta tim pelayanan Beatrix Suwu dan Surniarty Muloke yang melayani dari malam ke malam.


“Sukacita dapat kami rasakan memberikan kekuatan bagi kami jemaat, melalui seri pembahasan dari malam ke malam, meskipun lelah namun kami tetap semangat dalam pelayanan ini” ungkap Pdt. Toldier Manarante selaku gembala yang melayani di desa Kasiala, Uwetangko & Kamunjang.


Antusias warga dapat terlihat dari tingkat kehadiran jumlah tamu yang datang, sedikitnya ada 70 orang tamu yang hadir setiap malamnya mengikuti seri pembahasan KKR dari malam ke malam. Adapun Acara Perkembangan Tabiat Anak(APTA) yang dimulaikan Pukul 17.00 WITA dibanjiri anak-anak yang sangat antusias dalam mengikuti setiap kegiatan.


Waworuntu menegaskan dalam seri pembahasan yang terakhir di malam yang ke enam “Salah satu bukti bahwa kita menerima Yesus sebagai Juruselamat adalah melalui baptisan yang Yesus ajarkan yaitu dengan cara diselamkan” adapun ayat yang dikutip terdapat dalam kitab Kisah Para Rasul 22 ayat 16 yang berbunyi “Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan”.



Bestian Jangge seorang pemuda yang memberanikan diri mengambil keputusan untuk dibaptiskan harus menghadapi tantangan dari keluarga, di hari ulang tahunnya dia harus diperhadapkan pada dua pilihan yakni menerima Yesus melalui baptisan atau mencari ibunya yang telah meninggalkan rumah sejak malam itu sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan yang ia ambil. Namun Tuhan itu baik, “Best” sapaan akrab Bestian meskipun dalam pergumulan yang berat dia tetap percaya bahwa Allah memiliki rencana yang besar dalam kehidupannya.


Kita doakan Best bersama kelima orang yang telah menerima Yesus melalui baptisan untuk tetap setia dalam menanti kedatangan-Nya yang segera. (**red/tim/eiuc).

31 tampilan0 komentar
bottom of page