top of page

MERAWAT TOLERANSI & MENJAGA KEBERAGAMAN UMAT BERAGAMA, PEMUDA ADVENT KOTA SORONG LAKUKAN HAL INI

Diperbarui: 25 Okt 2022

DMPB. Sorong. Sdaeiuc.org | Bertajuk Silaturahmi Toleransi, Sabtu, 15 Oktober 2022 Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adakan pertemuan bersama saudara-saudari kita umat Muslim yang ada di kota Sorong Provinsi Papua Barat.



Terlaksananya kegiatan ini tentu tidak lepas dari hubungan baik yang sudah terjalin sejak lama antara kedua denominasi baik umat Advent dan Muslim. Kegiatan yang boleh dikata lain dari pada yang lain ini melibatkan Pemuda Advent Wilayah Sorong, Pemuda Nahdatul Ulama (GP Ansor) dan Komunitas Lintas Agama (KOPDALIA)

Diperkirakan lebih dari 50 orang mengikuti kegiatan yang menjunjung tinggi akan nilai-nilai Pancasila yang menjadi landasan negara kita yaitu Persatuan Indonesia melalui toleransi antar umat beragama.


Adapun yang menjadi Narasumber dalam kegiatan ini yakni, Muhammad Ma’Mun selaku Da’i Berkhidmah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat & Adri B. Timban, SH selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa (KESBANGPOL) dengan tema “Merawat Toleransi, Menjaga Keberagaman”.


Timban mengungkapkan “Toleransi adalah saling menjaga, saling menghargai satu dengan yang lain tanpa melihat latar belakang etnis, suku dan agama tapi kita melihat sisi positif dari kebersamaan itu”.


“Kita mengajar semua tentang kebaikan dan mengajak untuk berbuat baik bukan hanya untuk kaum muslim tapi juga kepada saudara - saudara kita yang Kristen/Nasrani, ini bukan sekedar tentang agama tapi bagaimana kita mau berbuat baik dan menjadi orang baik” ungkap Ma’Mun.


Pdt. A. Yewi mengungkapan bahwa kegiatan silaturahmi antara PEMUDA ADVENT dan GP ANSOR (salah satu badan Nahdatul Ulama yang bergerak di biadang pemuda dan masyarakat), saya pikir kegiatan ini sangat baik dan bisa membina pemuda advent dan pemuda muslim dalam bertoleransi dalam beragama, sekaligus membuka wawasan dan jendela untuk melakukan hubungan baik antara GMAHK DAN MUSLIM atau yang kita kenal dengan (AMR) Adventist Muslim Relation.


“Misi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh ialah untuk mengabarkan kepada semua orang kabar injil kekal dalam konteks pekabaran tiga malaikat yang terdapat dalam kitab Wahyu 14:6-12, menuntun mereka untuk menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi dan menggabungkan diri dengan gereja-Nya, dan memelihara mereka dalam persiapan menyambut kedatangan-Nya yang tidak lama lagi. Salah satu kegiatan dalam mewujudkan misi diatas adalah jangkauan bersama orang muda Kota Sorong yang tergabung dalam OYiM bersama VOY dalam mengikuti kegiatan silaturahmi toleransi. Doa dan harapan biarlah lewat kegiatan ini nama Tuhan tetap di muliakan sampai Dia datang kembali” Ucap Pdt. Jimmy Samber selaku Direktur Pemuda Advent Daerah Misi Papua Barat.


Salah satu peserta dari GP ANSOR Mas Budi juga mengungkapan “Kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, dilingkungan kita apalagi di Kabupaten Sorong ini sangat beragam dan luar biasa, bagaimana yang muslim bisa hidup rukun berdampingan dengan Kristen, Katolik, Budha dan Hindu tapi tidak pernah terjadi gesekan apapun, hidup bertoleransi dalam keberagaman ini yang harus sama-sama kita rawat dan jaga”


Koordinator OYiM Papua Barat, Daniel Talahaturuson juga mengungkapkan harapannya, “Dengan kegiatan ini kami sangat berharap ada nilai positif yang bisa kita dapat khusus bagi para peserta yang sudah hadir dalam kegiatan ini untuk ditularkan bukan hanya dikalangan/lingkungan gereja kita, tapi juga di kalangan/lingkungan dimana kita tinggal, bekerja dan belajar/sekolah, dalam berbagai keberagaman kita jangan pernah lelah untuk merawat toleransi dan berharap ke depan kegiatan ini bisa terus rutin berjalan sebagaimana sambutan positif yang telah kami dapat dari teman - teman pemuda GP Ansor serta Pengurus Nahdlatul Ulama Kab. Sorong dan juga dari Pemerintah Kabupaten Sorong yang selalu berharap kolaborasi silaturahmi ini bisa terus terjalin dan tidak berhenti sampai disini saja, sebab ke depan mereka memiliki agenda jambore/perkemahan lintas agama yang sedang di godok sehingga dari situ kita bisa ambil bagian untuk belajar tentang budaya dan keyakinan mereka yang berbeda dengan kita agar dapat saling menghormati satu sama lain”


Sumber : Daniel Talahaturuson (Koordinator OYiM Papua Barat)

11 tampilan0 komentar

Comentários


bottom of page