top of page

UKIR SEJARAH DI TRANS SULAWESI CARE KOTA AMPANA

DMST. sdaeiuc.org | Ampana adalah ibukota kabupaten Tojo Una-una terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, luas wilayah 178,47 km2 atau 17.847ha dengan jumlah penduduk sebanyak 20.854 jiwa, terdiri dari bermacam suku bangsa, budaya dan agama menjadikan Kota Ampana sebagai salah satu titik Trans Sulawesi Care(TSC) Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur(UKIKT).



Sebagai program yang dicanangkan pimpinan organisasi gereja sebagai bentuk perhatian terhadap umat yang tersebar diseluruh pelosok baik perkotaan maupun pedesaan terlebih khusus bagi mereka yang berada disepanjang jalur Trans Sulawesi dalam membuka ladang-ladang baru dalam misi penyelamatan jiwa-jiwa.


Roby adalah seorang pemuda yang berkomitmen untuk tetap teguh pada keyakinannya meskipun berada dalam ruang lingkup kaum mayoritas, tidak sedikit tantangan yang dihadapi baik dalam lingkugan sekolah maupun keluarga “Saya Advent sejak kecil, dibersarkan dari keluarga Advent namun ketika ayah saya meninggal, ibu memutuskan untuk menikah lagi dan meninggalkan keyakinan kami dan ikut bersama ayah tiri saya, sehingga saat ini tinggal saya sendiri. Awalnya saya bingung mencari tempat agar saya bisa berbakti pada hari Sabat, namun tidak satupun tempat perkumpulan yang dapat saya temukan di kota ini” tuturnya pada crew media UKIKT ketika di wawancarai.


“Saya Advent sejak di Kota Palu bahkan ketika menikah kami berkomitmen untuk terlibat dalam pelayanan gereja namun semenjak saya ditugaskan di kota Ampana sebagai aparat penegak hukum, belasan tahun kami di kota ini hampir tidak pernah mendapatkan pelayanan, namun kami mengerti dikarenakan memang di tempat ini tidak memiliki gereja Advent ataupun wadah untuk kami bernaung sekedar tempat untuk beribadah pada hari Sabtu, sehingga saya pribadi sudah terlibat dalam kegiatan-kegiatan kerohanian dari denominasi gereja lain” ungkap salah seorang anggota yang tidak mau disebutkan namanya.


Dengan penyerahan dan komitmen, melalui program Trans Sulawesi Care Tuhan berkerja dengan cara yang misterius, melalui pimpinan organisasi GMAHK UKIKT kerja sama dengan pimpinan GMAHK DMST melalui Pdt. Harry Waworuntu, M. Min sebagai koordinator titik TSC kota Ampana, Pdt. Pelnise Tatuhas, M, Fil dan dibantu Pdtm. Ryan Regoh, S. Ag yang ditempatkan langsung dalam wilayah pelayanan di kota Ampana sehingga saat ini telah ada kawanan domba yang dengan rutin mengadakan pertemuan ibadah penyembahan kepada Tuhan setiap hari Sabat.


Regoh mengungkapkan bahwa ini adalah pengalaman yang luar biasa “ketika saya pertama ditugaskan melayani ditempat ini, saya bingung dan takut karena saya sadar bahwa ini merupakan wilayah kaum mayoritas, saya belum tahu tentang situasi tempat ini namun saya hanya berdoa dan yakin bahwa Tuhan akan menuntun saya, ini adalah pekerjaan-Nya. Puji Tuhan sekarang kami telah memiliki tempat peribadatan sementara meskipun sangat sederhana tapi bisa menjadi tempat kami untuk berkumpul dalam penyembahan kepada Tuhan”.


Minggu, 6 November 2022 menjadi hari yang bersejarah bagi titik TSC Ampana dengan disahkannya menjadi perkumpulan dengan jumlah keanggotan sebanyak 19 orang anggota baptis. Setelah ibadah pengesahan dilanjutkan dengan pemilihan pengurus perkumpulan, adapun yang terpilih : Novitha Singkang (Ketua), Yudi Paputungan (Sekretaris), Sandy Rondonuwu (Bendahara), Warys Wae (Diakon), Carlos Mamangkey (Diakon), Mercy Ba’u (Diakones) & Nita Mpau (Diakones). “Diharapkan bagi yang sudah terpilih dapat bekerja dengan sebaik-baiknya dan selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal agar pekerjaan ini semakin maju, pada kesempatan ini juga mewakili pimpinan GMAHK DMST Ketua Pdt. Alex Kaumpungan, Sekretaris Eksekutif Pdt. Charles Muaja & Bendahara Bpk. Calvin Pasuhuk mengucapkan banyak selamat atas pengesahan pekumpulan yang telah terbentuk kiranya Tuhan menyertai” ungkap Tatuhas saat menyampaikan sambutan mewakili organisasi gereja.


“Doakan rencana kedepan dalam hal pengadaan lahan untuk dibangunnya rumah gereja ditempat ini, saya optimis akan ada jemaat Pioneer di Kota Ampana. Yang terpenting adalah kita tetap setia, bersatu, tetap semangat dalam pekerjaan ini” tutur Waworuntu saat disahkannya perkumpulan TSC Ampana. (**red/tim/eiuc).

17 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page